Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan adalah dengan membeli saham perusahaan yang sudah go publik.

Dengan membeli saham, kita berpotensi mendapatkan penghasilan tambahan dari dua sumber sekaligus, yaitu dari pembagian deviden oleh perusahaan dan dari kenaikan harga saham perusahaan.

Menarik memang..

Namun sudah tahukah Anda bagaimana cara membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Sekilas Tentang Saham

Sebelum membahas mengenai cara jual beli saham di Bursa Efek Indonesia, pertama-tama mari kita bahas mengenai pengertian saham terlebih dahulu.

Sederhananya, saham merupakan bukti kepemilikan atas perusahaan.

Pemegang saham adalah orang yang memiliki sebagian dari perusahaan.

Pemegang saham bisa berupa institusi, negara, perusahaan dan perorangan.

Saham ada yang bisa dibeli oleh publik alias masyarakat umum dan ada juga yang tidak bisa dibeli oleh publik.

Saham yang bisa dibeli oleh publik hanya lah saham-saham yang memang sudah diperjual belikan di bursa.

Bursa tempat memperjual belikan saham ini berbeda-beda di setiap negara.

Di Indonesia namanya Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX).

Di Korea Selatan ada KOSDAQ, di Amerika Serikat ada NASDAQ, dan begitu pula di negara-negara lainnya masing-masing memiliki bursa sahamnya sendiri-sendiri.

Kenapa Perusahaan Menjual Saham Ke Publik?

cara membeli saham di bursa efek indonesia (BEI/IDX)

Setelah mengetahui apa itu saham, berikutnya kita sebagai investor sebaiknya juga turut mengetahui alasan kenapa perusahaan menjual saham mereka ke publik.

Pengetahuan ini sangat penting untuk diketahui oleh setiap investor dan bahkan jauh lebih penting dari pengetahuan mengenai cara membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu sendiri.

Lantas, kenapa perusahaan menjual saham mereka ke publik? Bukankah akan jauh lebih menguntungkan jika mereka tetap memegang saham mereka sendiri? Kan keuntungannya nggak harus dibagi-bagi tuh.

Nah, nyatanya tidak seperti itu.

Bagi beberapa perusahaan akan jauh lebih menguntungkan untuk menjual saham perusahaan ke publik dibandingkan harus memegangnya sendiri.

Alasannya cukup beragam dan beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Modal Segar yang Murah

Alasan pertama dan paling utama kenapa perusahaan menjual saham mereka ke publik adalah untuk mendapatkan tambahan modal dengan biaya yang murah.

Untuk mengembangkan lini bisnis perusahaan membutuhkan dana alias modal.

Modal bisa didapatkan dengan banyak cara seperti berhutang ke bank, menerbitkan obligasi, menerbitkan saham dan lain sebagainya.

Dari sekian banyak cara yang tersedia cara yang biayanya paling murah adalah dengan menjual saham ke publik.

Kenapa murah? Karena dengan menerbitkan saham ke publik perusahaan tidak perlu membayar bunga seperti halnya ketika menerbitkan obligasi atau berhutang ke bank.

Kalaupun nanti harus membagi deviden, nilai / persentasenya cenderung tidak terikat (sangat bergantung ke kemampuan perusahaan).

Dan kalau pun ternyata upaya ekspansi yang coba dilakukan perusahaan gagal, perusahaan tidak perlu menanggung biaya bunga sama sekali.

Sangat menguntungkan bukan?

2. Sarana Berbagi Resiko

Bisnis sarat akan resiko. Dan penerbitan saham ke publik dapat dijadikan salah satu metode untuk memperkecil resiko tersebut.

Katakanlah perusahaan A memiliki aset sebesar 1 milyar rupiah. Perusahaan tersebut dimiliki oleh satu orang, yaitu Pak Budi.

Ketika perusahaan rugi sebesar 100 juta, maka kerugian 100 persen akan ditanggung oleh Pak Budi sendirian.

Hal ini berbeda ketika perusahaan dimiliki oleh dua orang.

Ketika rugi, maka kerugiannya pun akan ditanggung berdua, yaitu 50 juta rupiah per orang.

3. Sarana untuk Meningkatkan Pamor Perusahaan

Menjual saham ke publik juga bisa menjadi sarana untuk mendongkrak citra perusahaan lho..

Normalnya perusahaan yang sudah go publik memiliki kinerja yang cenderung lebih baik dibandingkan perusahaan yang belum go publik.

Hal ini tentu berdampak pada citra perusahaan di mata konsumen, perusahaan rekanan dan para pihak terkait lainnya.

Semakin bagus citra perusahaan maka semakin besar pula peluang perusahaan untuk membukukan keuntungan.

Cara Membeli Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Berangkat dari beberapa alasan di atas perusahaan menjual saham mereka ke publik melalui bursa saham.

Ini merupakan peluang yang cukup menarik baik untuk perusahaan atau untuk masyarakat / investor.

Lantas bagaimana cara membeli saham di Bursa Efek Indonesia?

1. Buka Rekening Saham Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuka rekening perdagangan saham terlebih dahulu.

Rekening perdagangan saham ini bisa dibuka melalu perusahaan broker saham.

Beberapa perusahaan broker saham populer yang bisa Anda gunakan adalah Indo Premier, BCA Sekuritas, Panin Sekuritas, BNI Sekuritas dan Mandiri Sekuritas.

Untuk proses pendaftarannya sendiri bisa dilihat di website perusahaan brokernya langsung ya..

2. Deposit ke Rekening Dana Nasabah (RDN)

Jika proses pendaftaran rekening sahamnya sudah selesai, berikutnya Anda harus melakukan deposit dana ke rekening saham tersebut.

Besaran angka deposit ke rekening saham ini berbeda-beda antara satu perusahaan broker saham dengan perusahaan broker saham lainnya.

Ada yang mewajibkan deposit awal sebesar 5 juta rupiah, ada yang 3 juta, dan ada yang tanpa minimal deposit sama sekali.

Untuk melakukan deposit sendiri, Anda hanya perlu melakukan transfer ke Rekening Dana Nasabah yang diberikan oleh broker saham Anda.

Rekening ini pada dasarnya sama dengan rekening tabungan biasa. Bedanya di rekening ini Anda tidak akan mendapatkan beberapa fasilitas rekening tabungan biasa seperti buku tabungan, kartu ATM dan lain sebagainya.

3. Mulai Beli Saham yang Anda Inginkan

Setelah proses deposit selesai dan uang yang Anda depositkan sudah masuk ke akun saham Anda, berikutnya Anda bisa mulai membeli saham perusahaan yang Anda inginkan.

Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk membeli saham di BEI.

Yang pertama melalui telefon (sudah jarang dilakukan) dan yang ke dua adalah dengan menggunakan platform perdagangan saham online yang disediakan oleh perusahaan broker tempat Anda membuka rekening saham.

Dari kedua cara tersebut, cara yang kedua yaitu membeli melalui platform perdagangan saham online cenderung jauh lebih ringkas, mudah dan hemat biaya.

Untuk cara membeli saham di platform perdagangan saham onlinenya sendiri cenderung berbeda antara satu platform dengan platform lainnya.

Karenanya, Anda perlu mempelajari platform perdagangan saham yang disediakan oleh broker Anda.

Walaupun begitu, secara umum untuk membeli Anda hanya perlu mencari tombol beli atau buy, masukkan kode saham perusahaan yang ingin Anda beli, lalu tekan tombol beli.

Atau jika ingin mendapatkan harga yang lebih murah dari harga saat ini, Anda juga bisa memasang buy order menggunakan menu order.

Saham Diperdagangkan Dalam Satuan Lot

Penting untuk diketahui, saham diperjualbelikan dalam satuan lot.

Satu lot saham berisi 100 lembar saham.

Jadi, jika harga saham perusahaan A saat ini adalah 1000 rupiah per lembar, untuk membeli 1 lot saham perusahaan A, Anda perlu menyediakan uang minimal di rekening saham Anda sebesar 100 ribu rupiah plus biaya transaksi.

Untuk besaran biaya transaksinya sendiri cenderung berbeda-beda antara satu perusahaan broker dengan perusahaan broker lainnya.

Walaupun begitu besaran biayanya tidak sampai 0,5 % kok.

Salah Kaprah Terkait Perdagangan Saham

1. Membutuhkan Modal Besar

Sampai saat ini mayoritas orang awam yang sama sekali tidak pernah terjun ke dunia perdagangan saham cenderung beranggapan bahwa pasar saham hanya bisa diakses oleh orang-orang berkantong tebal saja.

Padahal di era sekarang itu kenyataannya tidak seperti itu.

Hanya dengan uang kurang dari 100 ribu rupiah pun saat ini kita sudah bisa berkecimpung di dunia perdagangan saham.

Namun jika modal kita kecil, maka besaran keuntungan yang mungkin kita dapatkan pun tentu juga akan kecil.

2. Beresiko Tinggi

Bisa dibilang anggapan ini keliru atau lebih tepatnya mungkin tidak bisa dibenarkan 100 persen.

Ya, perdagangan saham memang memiliki resiko yang tinggi.. jika dilakukan tanpa pengetahuan yang memadai.

Dengan pengetahuan yang memadai, saham bisa menjadi wadah perdagangan yang minim resiko kok.

Nah, itulah sedikit informasi mengenai cara membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bisa kami bagikan untuk Anda.

Jadi bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk terjun ke dunia pasar saham?

Sumber Gambar: Pexels.com

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

No Responses

Write a Comment

0Shares
0 0