Saya terkadang suka heran dengan penerbit kurikulum pendidikan kita.

Kenapa sih pelajaran mengenai cara mengelola keuangan pribadi nggak dimasukin ke dalam kurikulum pendidikan?

Padahal ini penting banget lho!

Bahkan saya berani bilang kalau pelajaran ini jauh lebih penting untuk mayoritas orang dibandingkan pelajaran fisika, kimia, dan pelajaran-pelajaran lainnya.

Pelajaran fisika, kimia dan pelajaran-pelajaran njelimet lainnya mungkin nggak akan banyak digunakan oleh mayoritas manusia di kehidupan sehari-hari.

Sedangkan cara mengatur keuangan sudah pasti akan digunakan dan amat sangat dibutuhkan.

Tapi tenang..

Walaupun nggak dipelajari di bangku sekolah, pelajaran mengenai cara mengelola keuangan bisa dipelajari sendiri secara otodidak kok..

Cara Mengatur Keuangan Pribadi Agar Tidak Boros

cara mengatur keuangan agar tidak boros

Berikut merupakan beberapa cara yang bisa Anda coba terapkan jika ingin mengelola keuangan pribadi agar tidak boros:

1. Terapkan Prinsip Tabung Dulu baru Gunakan Sisanya

Ini yang pertama..

Kebanyakan dari kita tuh kalau dapet rejeki biasanya cenderung menggunakan prinsip gunakan dahulu baru tabung sisanya.

Akhirnya… nggak jadi nabung…

Padahal nabung itu penting banget.

“Tapi gaji saya tuh kecil banget Pak..”

Kalau niat, sekecil apa pun gaji Anda, Anda pasti bakalan bisa nabung..

Kalau kita udah nabung di awal, maka kemungkinan-kemungkinan untuk hidup boros tanpa direncanakan itu bakalan pupus alias hilang dengan sendirinya.

Hasilnya, kita jadi lebih hemat dan keuangan secara otomatis akan cenderung lebih tertata.

Yang mau tau gimana caranya nabung, bisa baca postingan ini: Cara Menabung Uang yang Efektif

2. Catat Arus Keuangan Anda

Pernah nggak berpikir kenapa keuangan perusahaan harus dicatet sedemikian ribetnya sampek-sampek butuh berpuluh-puluh akuntan handal?

Jawabannya karena mencatat keuangan itu sangat penting.

Nah, kalau perusahaan aja nyatet keuangannya, lantas kenapa kita enggak? Toh udah kebukti kan kalau nyatet arus keuangan itu penting.

Nanti kalau arus keuangan bulanan udah kecatet, kita bakalan bisa tahu dari mana aja uang kita berasal dan ke mana aja penghasilan kita kita habiskan..

Setelah pos-pos pengeluaran kita teridentifikasi, selanjutnya tinggal lihat pos mana aja yang kira-kira bisa dikelola alias dikurangin.

Contohnya bulan kemaren pos pengeluaran terbesar ada di makanan.

Kita lihat catatan keuangan kita, ternyata bulan kemaren kita ada acara makan di luar sampek 10 kali..

Nah, ini kan pemborosan..

Gimana caranya supaya hemat?

Bulan depan, tinggal pintar-pintar atur hasrat untuk tidak makan di luar terlalu sering..

Untuk nyatet arus keuangan sendiri caranya bisa manual di buku atau menggunakan aplikasi catatan keuangan yang banyak tersedia di App Store dan Play Store..

3. Buat Budgeting/Anggaran Bulanan

Mereka yang gagal membuat rencana adalah mereka yang sedang merencanakan kegagalan.

Prinsip tersebut sangat berlaku dalam hal pengelolaan keuangan.

Kalau kita nggak punya rencana yang matang terkait pengelolaan keuangan, dapat dipastikan keuangan kita pasti bakalan amburadul..

Makanya supaya nggak amburadul, keuangan kudu direncanain bener-bener..

Caranya, buat budgeting atau penganggaran bulanan.

Di poin sebelumnya kan kita udah tau tuh pengeluaran bulanan kita biasanya apa aja.

Nah, dari poin-poin pengeluaran tersebut, coba kelompokkan jadi beberapa kategori.

Contohnya: Bensin Motor, Ongkos Gojek, dan Ongkos Taksi masukkan ke kategori biaya transport.

Biaya belanja makanan, makan di luar, dan jajan masukkan ke kategori biaya makanan.

Biaya pulsa, koneksi wifi, dan paket internet masukkan ke kategori biaya komunikasi..

Begitu juga pos-pos pengeluaran yang lainnya, masukkan ke kategori-kategori lainnya sampai selesai.

Jika sudah selesai, tentukan berapa besar anggaran/uang yang rela Anda keluarkan per bulan untuk masing-masing kategori tersebut.

Contohnya: biaya transport 500 ribu, biaya makan 1 juta, biaya komunikasi 300 ribu, nabung 3 juta, dst.

Besaran anggaran yang sudah Anda tetapkan tersebut harus menjadi limit atau batas pengeluaran Anda.

Sebisa mungkin nggak boleh melebihi limit tersebut.

Dengan begitu pengeluaran Anda akan benar-benar terkontrol.

4. Miliki Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan itu penting pakek banget..

Prinsip utama untuk bisa hemat dan bebas dari masalah finansial adalah tambah pendapatan sebesar-besarnya dan kurangi/tekan pengeluaran ke angka yang wajar.

Nah, asuransi kesehatan bisa membantu Anda untuk menghindari terjadinya pengeluaran mendadak dalam jumlah yang tidak wajar/sangat besar.

Pengeluaran tersebut adalah pengeluaran rumah sakit.

Sebagai manusia biasa kita tidak tahu kapan kita akan jatuh sakit.

Karenanya kita harus mengantisipasi setiap kemungkinan terkait hal ini dengan membeli polis asuransi kesehatan.

Jadi kalau tiba-tiba kita sakit, kita tidak perlu mengeluarkan biaya rumah sakit yang notabene jumlahnya enggak sedikit.

Saat ini ada banyak produk asuransi kesehatan yang bisa kita beli.

Belilah yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Kalaupun tidak bisa membeli asuransi kesehatan swasta, setidak-tidaknya daftarkanlah diri Anda di BPJS Kesehatan.

5. Miliki Asuransi Lain (Jika Memungkinkan)

Ketidakpastian masa depan tidak terbatas pada kesehatan belaka.

Setiap hal yang ada dalam hidup kita sarat akan ketidakpastian.

Mobil yang kita miliki bisa rusak tiba-tiba. Rumah yang kita miliki bisa tiba-tiba tertimpa bencana kebakaran. Dan keluarga yang kita cintai bisa tiba-tiba kehilangan pegangan karena kita meninggal dunia.

Nah, untuk mengantisipasi semua kemungkinan tersebut, jika kondisi ekonomi kita memungkinkan, sebisa mungkin milikilah asuransi-asuransi lain, seperti asuransi untuk rumah, asuransi jiwa, asuransi untuk mobil, dll.

6. Buat Tabungan Darurat

Selain asuransi, tabungan darurat juga sangat penting untuk disiapkan.

Ini untuk berjaga-jaga jika di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang membuat sumber pendapatan berkurang/hilang atau pengeluaran menjadi membludak.

Diberhentikan dari pekerjaan misalnya.

Bayangkan kalau kita tidak memiliki dana darurat sama sekali, tentu kita akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebelum berhasil mendapatkan pekerjaan baru bukan?

Itulah kenapa dana darurat itu penting..

Sebenarnya tidak ada patokan tertentu terkait besaran dana darurat ini.

Anda bisa membuatnya sebesar 3, 6, atau bahkan 12 bulan penghasilan bulanan Anda.

Semakin besar dana darurat yang Anda miliki, semakin aman pula hidup Anda dari kemungkinan bangkrut / mengalami krisis finansial karena terjadinya hal-hal tidak terduga di masa mendatang.

7. Bayar Hutang / Kreditan!

Sebisa mungkin hindari hutang.. apalagi yang sifatnya hutang konsumtif.

Kalaupun terpaksa berhutang, berupayalah untuk segera melunasinya.

Jika harus mencicil, jangan telat mencicilnya.

Dengan begitu Anda dapat terhindar dari berbagai macam biaya yang terkait dengan hutang, seperti biaya bunga dan biaya denda keterlambatan pembayaran.

Untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, alih-alih berhutang, lebih baik menabung.

Mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan apa yang diinginkan, namun biaya yang harus dikeluarkan akan menjadi jauh lebih sedikit.

Untuk hal yang produktif seperti untuk usaha/bisnis, selama hasil usaha/bisnis tersebut masih lebih besar dari besaran cicilan hutang yang harus dibayar, maka tidak ada masalah.

Meskipun begitu, jika ada alternatif lain yang bisa ditempuh untuk mendapatkan modal, maka hindarilah berhutang.

8. Hindari Kebiasaan Konsumtif

Kita saat ini hidup di era di mana produk baru terus dikeluarkan bukan setiap bulan, tapi setiap hari.

Dalam satu hari bahkan ada beberapa produk baru sejenis yang dikeluarkan.

Karenanya, jika kita tidak bisa mengendalikan diri kita dan terus menuruti hawa nafsu untuk membeli produk-produk terbaru tersebut, maka habis lah sudah.

Dapat dipastikan keuangan kita akan menjadi amburadul.

Untuk menghindari kebiasaan buruk ini, selalu tanamkan dalam benak bahwa yang harus kita lakukan adalah memenuhi kebutuhan, bukan keinginan.

Kita mungkin bisa menginginkan smartphone keluaran terbaru padahal smartphone yang kita gunakan sekarang masih bagus.

Kita mungkin bisa menginginkan mobil keluaran terbaru padahal mobil yang kita gunakan sekarang masih sangat bagus dan layak untuk dikendarai.

Tips untuk mengendalikan sifat konsumtif ini adalah dengan menerapkan sistem umur ekonomis.

Gampangnya, ketika membeli suatu barang, tetapkan kira-kira barang tersebut ingin Anda gunakan berapa tahun.

Contohnya smartphone keluaran terbaru. Jika Anda membelinya saat ini (Akhir Tahun 2020), kira-kira smartphone tersebut akan Anda gunakan berapa lama?

Apakah 3 tahun, 4 tahun, atau malah hanya 2 tahun? Semua bergantung keputusan Anda.

Setelah jangka waktu yang telah Anda tentukan sebelumnya terlampaui, barulah Anda boleh mengganti smartphone Anda.

Cukup simpel bukan?

9. Manfaatkan Peluang Hemat yang Tersedia

Berbagi moda transportasi dengan sesama anggota keluarga, mengurangi kebiasaan makan di restoran mahal, menggunakan produk berkualitas tapi non branded merupakan beberapa contoh dari sekian banyak peluang hemat yang tersedia untuk kita.

Jika kantor Anda dan pasangan satu arah, menggunakan satu mobil yang sama alih-alih dua mobil sendiri-sendiri tentu akan jauh lebih hemat bukan?

Makan malam romantis di rumah dengan menu yang dimasak sendiri bersama dengan pasangan juga tidak kalah menarik dari makan malam romantis di restoran mewah.

Menggunakan barang tidak terkenal namun memiliki kualitas yang baik juga tidak akan membuat Anda terlihat murahan kok.

Karenanya, selalu manfaatkan peluang yang tersedia agar Anda bisa berhemat.

Peluang – peluang ini akan mudah untuk ditemukan jika Anda membuat jurnal keuangan dengan baik.

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, dari jurnal / catatan keuangan yang Anda buat, Anda dapat menentukan bagian pengeluaran mana saja yang kira-kira masih bisa diperkecil atau dihemat.

Itulah mengapa membuat jurnal/catatan keuangan itu benar-benar sangat penting!

10. Tambah Sumber Penghasilan Anda

Semakin besar penghasilan Anda semakin mudah dan leluasa pula Anda dalam mengaturnya.

Sebaliknya, semakin kecil penghasilan Anda, maka semakin sulit pula mengelolanya.

Berusaha untuk menambah penghasilan adalah kuncilnya.

Ada banyak alternatif cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan sumber penghasilan tambahan.

Jika Anda memiliki banyak waktu luang, Anda bisa membuka bisnis sampingan di sela-sela pekerjaan utama Anda.

Saat ini banyak bisnis sampingan yang bisa dimulai dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal tambahan sama sekali (hanya mengandalkan apa yang Anda miliki).

Mulai dari bisnis online seperti jualan online, jadi penulis lepas, sampai dengan jualan pulsa, semuanya bisa Anda mulai dengan modal yang terbatas.

Di lain sisi untuk Anda yang tidak memiliki banyak waktu luang, investasi adalah alternatif sumber penghasilan tambahan yang paling masuk akal untuk Anda.

Sama seperti bisnis sampingan, kegiatan investasi saat ini juga sudah bisa dilakukan dengan mudah serta dengan modal rendah.

Anda bisa memulainya dari reksadana yang notabene ditujukan untuk investor pemula.

Jika Anda belum tahu apa itu reksa dana dan bagaimana cara membeli reksadana, Anda dapat membaca artikel kami terkait hal tersebut di: Apa Itu Reksadana dan Bagaimana Cara Membeli Reksadana?

Jika sudah mahir, Anda dapat melompat ke investasi saham, forex, atau yang aman seperti obligasi dan sukuk.

Untuk yang tertarik mempelajari saham, bisa baca artikel terkait saham di: Cara Membeli Saham di Bursa Efek Indonesia

Jadi nggak ada alasan lagi untuk nggak bisa mendapatkan penghasilan tambahan ya!

Mengatur Keuangan Pribadi itu Mudah dan Menyenangkan

Jika sudah terbiasa, mengelola keuangan pribadi itu sebenarnya mudah dan menyenangkan lho!

Biasanya semakin teratur keuangan Anda, semakin menarik pula aktivitas ini untuk dilakukan.

Karena pengelolaan keuangan itu sangat terkait dengan pencapaian tujuan.

Dan ketika satu tujuan telah tercapai, kita biasanya akan menjadi lebih terpacu untuk mencapai tujuan-tujuan baru yang lebih menantang.

Khusus untuk Anda yang telah memiliki anak / buah hati, sebaiknya ajarkan cara mengelola keuangan pribadi sejak dini ke anak-anak Anda.

Dengan begitu, ia akan terbekali dengan keterampilan ini sedari kecil.

Nah, itulah beberapa cara mengatur keuangan pribadi agar tidak boros yang bisa kami bagikan untuk Anda. Selamat mencoba dan semoga sukses ya!

Sumber gambar: https://www.pexels.com/id-id/

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Write a Comment

0Shares
0 0