Bang, dana darurat sebaiknya disimpan di mana?

Apakah harus dalam bentuk uang cash, atau boleh dimasukin di porto saham?

Atau boleh dibeliin aset kayak tanah, rumah, atau gedung kantor?

Kan kalau dibiarin dibeliin aset ada potensi nambah tuh dana daruratnya.

Oke, mari kita bahas.

Dana Darurat Sebaiknya Disimpan Di Mana?

dana darurat

Pertama, kita kudu harus paham dulu arti dana darurat dan kenapa dana ini dinamai dengan dana darurat.

Jadi dana darurat itu dana yang sengaja disiapkan untuk mengantisipasi kondisi atau keadaan darurat yang terjadi secara tiba-tiba.

Artinya, dana ini bisa dibutuhkan kapan saja tanpa ada aba-aba atau pertanda sama sekali.

Dan bisa jadi dana ini juga sama sekali nggak akan pernah terpakai.

Poin kunci terkait dana darurat pada dasarnya ada di kata darurat-nya.

Dan yang namanya darurat sifatnya cenderung tidak bisa menunggu atau ditunda bukan?

Karena kalau diminta menunggu atau ditunda pasti akan ada efek negatif pada orang yang mengalami kondisi darurat.

Lantas apa kaitannya dengan pertanyaan “dana darurat sebaiknya disimpan di mana?”

Kaitannya ada di pemilihan jenis aset atau tempat menyimpan dana darurat.

Karena dana ini bisa dibutuhkan kapan saja, artinya dana ini harus berbentuk uang cash.

Ia dong..

Karena uang cash dapat langsung digunakan saat dibutuhkan.

Sangat berbeda ceritanya jika dana darurat disimpan dalam bentuk tanah atau porto saham.

Ya memang menawarkan imbal hasil, namun ketika suatu saat dibutuhkan secara tiba-tiba, tentu tanah atau porto sahamnya harus dijual dulu.

Dan belum tentu bisa laku dengan cepat juga bukan?

Ya untuk saham jika saham yang dipilih merupakan saham liquid, bisa dijual dengan cepet sih.

Namun ada risiko di sana.

Apa itu risikonya? Risiko penurunan harga saham.

Artinya apa? Jika saham yang dibeli menggunakan dana darurat mengalami penurunan harga, maka secara otomatis jumlah dana darurat yang telah disiapkan akan berkurang atau tidak sesuai dengan plan awal.

Ya kan?

Bagaimana Jika Disimpan di Emas atau Valuta Asing

Ini pada dasarnya bisa menjadi alternatif.

Karena di situasi-situasi tertentu emas dan valuta asing terkadang jauh lebih stabil nilainya dibandingkan dengan nilai mata uang Rupiah.

Yang perlu digarisbawahi jika ingin menyimpan dana darurat dalam bentuk emas atau valuta asing adalah timing pembelian emas dan valuta asingnya.

Jangan sampai beli emas atau valuta asingnya waktu harganya lagi mahal.

Jika ini terjadi, maka nilai dana darurat kita secara otomatis pasti akan berkurang.

So, dibutuhkan pengetahuan lebih sebelum memutuskan menyimpan dana darurat di dua aset ini.

Yang Paling Aman Tetap Simpan Di Uang Cash Rupiah

dana darurat sebaiknya disimpan di mana

Namanya juga dana darurat, bisa dibutuhin kapan aja dengan sifat yang sangat mendesak.

Harus bener-bener tersedia saat dibutuhkan.

Amannya disimpan di tempat yang menawarkan ketersediaan prima dong.

Dan tempat itu adalah uang cash.

Walaupun uang cash nggak bisa bertumbuh seperti halnya porto saham atau valuta asing, namun ketersediaan dan keamanannya benar-benar sangat terjaga.

Kalau mau invest di saham atau aset lainnya ya siapin aja dana khusus untuk investasi.

Simpel kan?

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Write a Comment

0Shares
0 0