Berbicara mengenai literasi keuangan, tentu tidak akan bisa terlepas dari yang namanya dana darurat.

Kenapa? Karena dana darurat tuh penting banget.

Sangking pentingnya, mayoritas penasihat keuangan biasanya akan selalu merekomendasikan kliennya untuk menyiapkan dana darurat dahulu alih-alih berinvestasi di saham atau produk keuangan lainnya.

Pertanyaannya, kenapa sih dana darurat itu penting?

Dana Darurat Penting Karena Hidup Kita Penuh Dengan Ketidakpastian

dana darurat

Saat ini bisa jadi dana darurat terkesan tidak penting.

Pasalnya kondisi keuangan pribadi kita masih stabil.

Namun coba bayangkan jika tiba-tiba perusahaan tempat kita bekerja bangkrut dan kita sebagai karyawan terpaksa dirumahkan tanpa mendapat kompensasi apa pun sama sekali.

Apa yang akan terjadi pada hidup kita?

Atau tiba-tiba daerah tempat kita tinggal tertimpa bencana alam, sehingga bisnis yang kita jalankan tidak dapat beroperasi sama sekali.

Kira-kira bagaimana kita akan melanjutkan hidup kita hingga kondisi kembali normal seperti sedia kala?

Nah, di sini lah dana darurat akan mulai mengambil perannya.

Jika kita memiliki dana darurat, setidaknya kondisi-kondisi seperti yang tersebut di atas tidak akan membuat hidup kita benar-benar hancur.

Minimal kita dan keluarga kita masih bisa makan dan hidup normal sampai dana darurat kita habis.

Selanjutnya, selama bergantung pada dana darurat kita tinggal mencari alternatif penghasilan pengganti.

Berapa Besaran Dana Darurat yang Perlu Disiapkan?

Pada dasarnya tidak ada ketentuan khusus terkait besaran dana darurat yang perlu disiapkan.

Beberapa penasihat keuangan menyarankan 6 kali pengeluaran bulanan.

Ada juga yang menyarankan hanya 3 kali pengeluaran bulanan atau bahkan 12 kali pengeluaran bulanan.

Namun menurut saya pribadi semakin besar dana darurat yang disiapkan, itu semakin baik.

Gampangnya, coba taksir berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk kembali mendapat penghasilan jika penghasilan utama kita hilang secara tiba-tiba.

Jika kita yakin bisa mendapatkan sumber penghasilan pengganti dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan, ya siapkan saja dana darurat sekitar 3 kali pengeluaran bulanan.

Kalau butuhnya 6 bulan, ya siapkan saja dana darurat sekitar 6 kali pengeluaran bulanan.

Simpel bukan?

Saya Masih Lajang, Perlukah Dana Darurat?

Menurut pendapat saya, dana darurat sama sekali tidak terkait dengan urusan status pernikahan, status pekerjaan, gender, atau status-status lainnya.

Semua orang tanpa terkecuali membutuhkan dana darurat.

Bahkan yang belum berpenghasilan (seperti pelajar/mahasiswa) sekalipun.

Kenapa? Ya karena hidup sarat akan ketidakpastian.

Mahasiswa contohnya, mungkin bisa hidup anteng selama kiriman dari orang tua lancar.

Namun risiko di mana orang tua tidak dapat mengirim uang bulanan itu tetap ada bukan?

Artinya apa? Mahasiswa juga membutuhkan dana darurat.

Dengan begitu, jika sewaktu-waktu orang tua tidak dapat mengirim uang bulanan, ia masih bisa bertahan hidup di tanah rantau walaupun hanya beberapa bulan.

So.. Nggak ada alasan untuk nggak punya dana darurat ya!

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Write a Comment

0Shares
0 0