Kali ini kita akan membahas tentang berbagai perilaku yang menghambat kesuksesan.

Sukses..

Siapa sih yang nggak mau sukses..

Semua orang, termasuk saya dan kamu pasti mau sukses..

Sayangnya, nggak sedikit dari kita yang secara nggak sadar udah ngelakuin banyak hal yang justru malah menghambat kesuksesan kita sendiri.

Apa aja contohnya? Mari kita bahas..

Perilaku yang Menghambat Kesuksesan

1. Nggak Punya Rencana

penunda kesuksesan

Ada pepatah bijak yang mengatakan “Mereka yang gagal membuat rencana adalah mereka yang sedang merencanakan kegagalan”.

Dan pepatah ini memang benar adanya..

Nyatanya, di dunia ini tidak ada orang sukses yang tidak memiliki rencana.

Hampir tidak ada orang yang berhasil menggapai sukses secara “kebetulan”.

Semuanya selalu dimulai dengan rencana, dilanjutkan dengan tindakan, dan diakhiri dengan kesuksesan.

Nah, berbicara mengenai rencana, beberapa orang acap kali juga salah kaprah.

Orang-orang ini biasanya membuat rencana yang besar dan “terlalu bagus”

Hasilnya, karena “terlalu bagus”, akhirnya rencananya justru terlampau berat untuk dieksekusi atau dilaksanakan.

Contohnya, karena tahu orang sukses itu suka baca buku, akhirnya malam ini buat rencana untuk baca buku besok sebanyak 100 halaman.

Padahal sebelumnya nggak pernah baca buku.

Akhirnya, karena ngerasa berat, baca bukunya cuma satu hari aja. Itu pun kemungkinan besar nggak kelar 100 halaman.

Baca juga: Cara Menumbuhkan Minat Baca Sampai Ketagihan

Jangan sampai kita seperti ini.

Buat rencana itu harus. Namun rencana yang dibuat juga harus masuk akal dan menyesuaikan dengan kapasitas diri.

Kalau masih baru mulai, mulai lah dari yang ringan. Yang penting konsisten..

2. Nggak Punya Tujuan Hidup

Perilaku yang menghambat kesuksesan selanjutnya adalah nggak punya tujuan hidup.

Ini lebih parah dari sekedar nggak punya rencana.

Walaupun kita nggak punya rencana, tapi kalau masih punya tujuan hidup, kita masih punya peluang untuk sampai ke tujuan yang udah kita tentukan.

Beda dengan yang nggak punya tujuan hidup.

Lha wong tujuannya nggak ada, lantas bagaimana mungkin bisa sampai??

Kalau mau buat rencana pun tentunya akan bingung.

Saya mau buat rencana.. tapi nggak tau rencananya akan dibuat untuk apa..

Lha, kan susah kan.. 😀

Maka dari itu, sebisa mungkin buat lah tujuan hidup.. yang jelas..

Ada analogi bagus yang bisa menggambarkan pentingnya tujuan hidup untuk diri kita..

Hidup kita ini ibarat pesawat terbang yang dikendalikan oleh kita sebagai pilot dengan bahan bakar utama berupa waktu (usia kita).

Coba bayangkan, pesawat lepas landas dengan bahan bakar yang terbatas (usia kita), tanpa memiliki tujuan..

Pesawat akan terus terbang, terbang, terbang.. dan terbang.. tanpa tujuan hingga bahan bakarnya habis di udara.

Dan ketika bahan bakarnya habis, pesawat akan jatuh hancur berkeping-keping beserta dengan pilot dan penumpang yang ada di dalamnya.

So.. jangan sampai hidup kita seperti pesawat terbang tersebut.

3. Suka Menunda

Menunda dapat menghambat kesuksesan

Ada pepatah bijak yang mengatakan “Sometimes, later becomes never..”

Dan pepatah ini bener banget..

Karena ditunda, banyak kegiatan yang akhirnya tidak terlaksana..

Salah satunya yang sering saya alami adalah mandi pagi..

Karena ditunda, ah bentar lagi lah, tunggu ngetik artikelnya kelar..

Akhirnya nggak kerasa udah jam 10-an aja.. ujung-ujungnya, mandinya ntar aja lah sekalian sebelum sholat dzuhur.

Selain itu, hanya karena menunda satu kegiatan, tidak jarang beberapa kegiatan malah berakhir jadi berantakan.

Karenanya sebisa mungkin hindari oleh mu kebiasaan menunda.

Jika memang dapat dilakukan sekarang, lantas kenapa harus nanti.

Toh, kita tidak tahu nanti kita masih hidup atau tidak bukan?

Karenanya, coba lah berpikir bahwa ini hari terakhir dalam hidupmu, sehingga waktu yang kamu miliki harus bisa benar-benar kamu manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

4. Suka Menyalahkan Orang Lain

perilaku yang menghambat kesuksesan

Untuk berhasil mengapai kesuksesan, kita mutlak membutuhkan bantuan orang lain.

Karenanya, perilaku suka menyalahkan orang lain sudah pasti akan menghambat kesuksesan kita.

Kenapa? Karena ketika disalahkan, orang lain tentu akan merasa kesal. Dan karena kesal, kemungkinan besar mereka akan malas atau paling tidak menjadi kurang berkenan untuk membantu kita.

Dalam sejumlah kasus ada juga tipikal orang yang suka menyalahkan orang lain agar dirinya sendiri terlihat benar.

Orang-orang seperti ini biasanya akan sangat sulit untuk berkembang.

Karena baginya dirinya yang sekarang, dirinya sudah cukup baik dan tidak pernah salah.

Jika ada sesuatu yang tidak beres, yang salah pasti orang lain..

Sifat toxic seperti ini dapat dipastikan akan membuat kita dibenci orang lain dan akan menjauhkan diri kita dari kesuksesan.

Karenanya, sebisa mungkin hindarilah perilaku ini.

5. Sering Mencari Alasan

Penghambat kesuksesan yang berikutnya adalah kebiasaan suka mencari alasan.

Orang yang suka mencari alasan adalah orang yang selalu ingin berada dalam posisi benar dan menang.

Tipikal orang seperti ini akan berusaha sebisa mungkin untuk menumpukan semua tanggung jawab ke orang lain, terutama ketika tanggung jawab tersebut dianggap “kurang menyenangkan” baginya.

Padahal, untuk bisa sukses, tanggung jawab adalah hal yang mutlak harus diemban.

Di lain sisi, dalam perjalanan menggapai sukses, kita sudah pasti akan mengalami banyak kegagalan dan melakukan banyak kesalahan.

Hanya dengan terus mencoba dan terus memperbaiki kesalahan lah kita bisa sukses.

Jika yang kita lakukan hanya mencari alasan dan kambing hitam untuk disalahkan, maka selamanya kesalahan yang kita lakukan tidak akan pernah diperbaiki.

Dampaknya, sukses pun akan menjadi semakin jauh dari diri kita.

So.. hindari perlaku buruk ini..

6. Suka Menyepelekan

Suka menyepelekan juga bisa menjadi perilaku yang menghambat kesuksesanmu lho.

Karena kamu suka sepele, kamu kemungkinan besar akan menjadi orang yang kurang persiapan.

Orang yang kurang persiapan sudah pasti akan kalah dengan orang yang benar-benar penuh persiapan.

Karenanya, hindari oleh mu perilaku ini.

Jangan pernah menyepelekan apa pun.

Karena hanya karena sifat sepele, ratusan hektar hutan dapat terbakar.

Hanya karena sepele, perjalanan menggapai suksesmu kemungkinan besar akan menjadi jauh lebih panjang dan lebih lama.

Untuk menggambarkan bahayanya sifat sepele, ada sebuah cerita yang bisa kita ambil hikmahnya.

Pada suatu ketika, seorang pemburu dengan sengaja membuang puntung rokok di perjalanannya memburu hewan di hutan.

Karena sepele, ia langsung membuang puntung rokoknya begitu saja tanpa mematikan apinya terlebih dahulu.

Pada waktu itu tengah terjadi musim kemarau berkepanjangan sehingga daun-daun di bawah pohon berada dalam kondisi yang kering.

Si pemburu sama sekali tidak merasa bersalah dan kembali pulang begitu saja selepas berhasil mendapatkan buruannya.

Beberapa jam setelah sampai di rumah, si pemburu mendapati berita di televisi yang menyiarkan informasi terkait kebakaran hutan.

Lokasi kebakaran tersebut tepat di areal yang baru didatangi olehnya tadi.

Uniknya, dalam hati ia justru bersyukur “untung lah aku sudah sampai rumah. Jika belum, aku pasti akan terjebak di sana..”

Padahal, selidik punya selidik, puntung rokok yang dibuangnya lah yang menjadi sumber kebakaran hebat tersebut..

7. Selalu Merasa Benar

perilaku yang menghambat kesuksesan

Manusia adalah tempatnya salah.

Sepintar dan sehebat apa pun kita, akan ada masanya dimana kita akan melakukan kesalahan.

Di lain sisi, ketika kita dalam posisi benar pun, belum tentu orang lain berada dalam posisi yang salah.. meskipun pada waktu itu ia berada di sisi yang berseberangan dengan kita.

Orang yang selalu merasa benar akan sulit untuk berkembang.

Padahal untuk bisa sukses dan berhasil kita harus bisa berkembang.

Karenanya, jika kita memang salah, terimalah..

Jika dibutuhkan minta maaf lah..

Lalu perbaiki kesalahan kita di masa depan..

Dengan begitu, kita akan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Dan kesuksesan pun akan terus mendekat ke diri kita.

8. Mudah Berpuas Diri

Mudah berpuas diri juga bisa menjadi salah satu perilaku yang menghambat kesuksesan lho.

Sama seperti sifat selalu merasa benar, sifat ini akan membuat kita menjadi sulit untuk berkembang.

“Ya sudah lah, masuk 10 besar pun udah bagus banget kan.. Masih banyak kok yang di bawah ku..”

Padahal jika mau berusaha untuk belajar lebih giat, kemungkinan untuk menjadi juara 1 itu masih terbuka lebar.

Dan satu-satunya cara untuk bisa mencapai posisi 1 tersebut adalah dengan tidak mudah berpuas diri.

Eits.. tapi jangan salah sangka lho ya..

Tidak mudah berpuas diri yang saya sebutkan di sini bukan berarti tidak bersyukur..

Bersyukur itu harus.

Namun selepas bersyukur, kita harus kembali berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik dari yang telah kita dapatkan saat ini.

Karena jika kita telaah lebih dalam, berusaha keras pun sejatinya adalah bagian dari bersyukur atas waktu, tenaga, dan sumber daya yang diberikan oleh Sang Pencipta.

9. Suka Hidup Konsumtif

perilaku yang menghambat kesuksesan

Semua orang berhasil di dunia ini adalah orang yang produktif.

Bahkan aktivitas konsumtif yang mereka lakukan pun justru tetap mengarahkan mereka ke arah yang produktif.

Membaca buku misalnya. Meskipun terkesan konsumtif, namun kegiatan ini sejatinya juga turut menghasilkan dampak yang positif pada pelakunya.

Di lain sisi, mereka yang konsumtif cenderung hanya menghabiskan uang, tenaga, dan juga waktu.

Akirnya, alih-alih mendapatkan sesuatu, mereka justru hanya menghambur-hamburkan sumber daya yang sudah dimiliki.

Dalam kondisi yang parah, sifat konsumtif terkadang juga dapat membuat kondisi keuangan menjadi berantakan lho.

Kebiasaan suka gonta-ganti gadget atau outfit misalnya..

Jika terus dilakukan, kebiasaan ini bisa membuat pengeluaran menjadi bengkak.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Pribadi Agar Tidak Boros

Karenanya, sebisa mungkin hindari lah kebiasaan konsumtif.

10. Tidak Belajar dari Kesalahan

Keledai yang dicap sebagai hewan terbodoh di dunia pun kabarnya tidak pernah jatuh dua kali di lubang yang sama.

Anehnya, kita yang notabene merupakan makhluk yang dibekali kemampuan berpikir lebih baik dari keledai justru sering melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang kali..

Menunda contohnya..

Kita tentu sudah tahu bahwa menunda pekerjaan adalah hal yang buruk, namun tidak sedikit dari kita yang terus menunda pekerjaan hanya karena menunggu “mood” datang.

Ini tidak boleh dibiarkan..

Jika suatu kegiatan sudah terbukti menimbulkan dampak negatif di masa lalu, kita mau tidak mau harus berupaya sebisa mungkin untuk tidak mengulanginya.

Dengan begitu, kita tidak terjebak dengan masalah yang “itu-itu saja” dan bisa berfokus ke permasalahan baru yang lebih penting untuk diselesaikan.

Sukses Sudah Pasti Tidak Mudah, Namun Jika Sukses Itu Mudah, Tentu Sukses Tidak Akan Dianggap “Keren” Lagi Bukan??

Ya, sukses memang tidak mudah.

Untuk bisa sukses mau tidak mau kita harus menghindari dan atau meninggalkan semua perilaku yang menghambat kesuksesan di atas.

Namun justru di situ lah letak “nikmat” nya kesuksesan.

Karena sukses sulit untuk diraih, sukses menjadi “keren” dan “diinginkan”.

Coba kalau sukses itu mudah di raih oleh siapa saja tanpa perlu kerja keras.

Sukses tentu akan menjadi “hal biasa” yang “tidak keren” dan “tidak diinginkan” banyak orang.

Karenanya, walaupun berat, tetaplah berjuang. Karena yang berjuang dan berjalan di jalannya pasti akan sampai..

Rekomendasi Buku untuk Dibaca Terkait Postingan Ini : 30 Hari Mencari Jati Diri karya Mas Aris Ahmad Jaya

Share and Enjoy !

0Shares
0 1

Write a Comment

0Shares
0 1